Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

fatar@iainmadura.ac.id

Iconis Lima, Negara Pakistan dan India Berpartisipasi

  • Diposting Oleh Admin Web Fakultas Tarbiyah
  • Rabu, 17 November 2021
  • Dilihat 84 Kali
Bagikan ke

PAMEKASAN – IAIN Madura menggagas kegiatan internasional pada 2017 silam. Dinamai International Conference on Islamic Studies (Iconis). Tahun ini, Iconis kembali diselenggarakan untuk yang kelima kalinya.

Iconis ini diselenggarakan dalam dua hari mulai Rabu (17/11) dan Kamis (18/11). Hari pertama adalah plenary session atau sidang paripurna. Hari kedua parallel session.

Ketua Panitia Iconis 5 Masyithah Mardhatillah menjelaskan, Iconis adalah forum akademik yang digagas IAIN Madura. Forum ilmiah tersebut untuk mewadahi penulis dan peneliti dalam menyebarkan karyanya.

 

Dia menjelaskan, di Iconis ini, penulis dan peneliti dari berbagai kampus di dunia bertemu. Menurut dia, untuk Iconis 5 pesertanya ada dari luar negeri, yakni Pakistan dan India.

Sementara dari dalam negeri, peserta Iconis ini datang dari Aceh, Jogjakarta, Purworejo, Ponorogo, Aceh, Kediri, Surakarta, Cirebon, Kudus, Gresik, Bandung, Jakarta, dan Madura.

Dari dalam dan luar negeri itu, total karya atau tulisan berupa abstrak yang masuk sebanyak 105 buah. Yang diterima sebanyak 73 karya. Full paper yang masuk ke panitia sebanyak 50 naskah.

Ita mengatakan, sejak kali pertama digelar pada 2017, Iconis selalu semarak. Peserta datang dari luar dan dalam negeri. ”Hanya bedanya, Iconis Lima ini digelar offline juga online. Sementara 2020 lalu digelar full online karena pandemi,” katanya.

Sementara untuk Iconis pada 2017, 2018, dan 2019 digelar full offline karena belum ada pandemi. ”Selain jadi forum ilmiah, Iconis ini juga menjadi pintu pembuka kolaborasi dan publikasi naskah akademik melalui jurnal,” katanya.

Tahun ini, tema yang diangkat yaitu Pesantren dan Ketahanan Masyarakat. Menurut dia, pesantren dipilih karena dianggap memiliki pengalaman distingtif dalam menghadapi pandemi. Mulai dari metode memanajemen santri, hingga cara bersikap dan mengambil kebijakan yang berdampak kepada masyarakat.

Pembicara utama dalam Iconis ada lima. Pertama, Dr. KH. Afifuddin Muhajir dari Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kedua, Mohammad Mahbubi Ali dari IAIS Malaysia. Ketiga, Ratih Arruum Listiyandini dari UNSW Sydney.

Keempat, Dr. H Rosidi dari STAI Al-Fithrah Surabaya dan kelima, Dimas Iqbal Romadhon dari University of Washington. ”Ini juga bisa disaksikan masyarakat luas di IAIN Madura TV di YouTube oleh masyarakat luas,” katanya.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menjelaskan, Iconis 5 sebagai respons terhadap pandemi dalam perspektif Islam. Untuk itulah, pesantren menjadi tema pilihannya. ”Masyarakat menunggu fatwa pesantren untuk menyikapi pandemi,” katanya.

”Dan, pesantren banyak memiliki kajian-kajian tentang pandemi melalui kitab-kitab klasik yang ditulis oleh ulama terdahulu. Melalui Iconis ini kita angkat, agar diketahui umum. Sebab, pandemi tidak hanya terjadi sekarang,” tandasnya.

 

Sumber : https://radarmadura.jawapos.com/berita-daerah/pamekasan/18/11/2021/iconis-lima-negara-pakistan-dan-india-berpartisipasi