Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

fatar@iainmadura.ac.id

Laboratorium Fakultas Tarbiyah Adakan Workshop Penyusunan Analisis Butir Soal Berbasis Multi Moda

  • Diposting Oleh Admin Web Fakultas Tarbiyah
  • Kamis, 3 November 2022
  • Dilihat 187 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, (29/10/2022). Laboratorium Fakultas Tarbiyah, IAIN Madura mengadakan workshop penyusunan analisis butir soal berbasis multi moda bagi Dosen Pembimbingan Lapangan dan Supervisor Praktikum PPL 2. Acara tersebut berlangsung di Hotel Cahaya Berlian pada Sabtu 29 Oktober 2022. Workshop yang digelar tersebut mengangkat tema yang sedang ramai diperbincangkan, yaitu tentang Merancang Kisi-Kisi Soal Evaluasi Pembelajaran Multi Moda di Era Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

            Acara tersebut dihadiri oleh 130 peserta dari kalangan Dosen Fakultas Tarbiyah sebagai DPL dan Supervisor Praktikum PPL 2 tahun 2022. Selain itu, hadir pula Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Tarbiyah, Wakil Dekan 1, 2, dan 3, Kepala Laboratorium Fakultas Tarbiyah, Kaprodi dan Sekretaris Prodi di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Acara workshop peningkatan kompetensi DPL dan Supervisor Praktikum PPL 2 tersebut menghadirkan Dr. Munzil, M.Si. yang merupakan dosen Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang sebagai narasumber. Dalam sambutannya sebagai laporan, Kepala Laboratorium Fakultas Tarbiyah Dr. Moh. Hafid Effendy, M.Pd. yang akrab disapa Pak Hafid melaporkan kegiatannya yang digarap dalam waktu yang singkat bagi mahasiswa yang menempuh Praktikum PPL 2 yakni selama satu bulan lima belas hari sejak 15 Agustus pelepasan dan 28 September penarikan dari sekolah mitra. Hal ini dikakukan supaya mahasiswa bisa ikut ujian skripsi semester 7 dan lulus sebelum waktunya atau lulus tepat waktu. Adanya aplikasi yang dibuat, Hafid pertama melaporkan progress pola kerja pemetaan mahasiswa dan pelaporan DPL dengan sistem online. Hal ini dilakukan agar kinerja cepat dan administrasi juga cepat. Selain itu, Bapak Dr. Siswanto, M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan, bahwa dosen sebagai DPL harus mampu memberikan bimbingan dan pengarahan seiring dengan kecanggihan teknologi di era digitalisasi dan diterapkannya kurikulum di sekolah dengan platform merdeka belajar dan merdeka mengajar. ia juga memaparkan bahwa Merdeka Belajar memberikan keleluasaan dalam belajar kepada siswa pada pembelajaran dan asesmen sesuai karakter dan kebutuhan. Jika dikaitkan dengan Merdeka Belajar, kita berada di episode 15 tentang Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.

            Acara workshop tersebut dibuka oleh Dr. Bunai, S.Ag., M.Pd. sebagai Wakil Rektor II. IAIN Madura. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf karena Bapak rektor tidak bisa hadir pada acara tersebut. Berhubung beliau menghadiri undangan di Surabaya pada acara pertemuan Forum Rektor Indonesia (FRI). Ucapan terima kasih selanjutnya disampaikan kepada para dosen Fakultas Tarbiyah dan Kepala Laboratorium Tarbiyah atas kinerjanya yang cepat dan singkat dalam mengimplementasikan program Praktikum PPL 2 sesuai dengan waktu yang direncanakan. Namun ke depan ada syarat administratif yang harus lebih lengkap lagi terkait administrasi baru sebagai bentuk penyelarasan prasyarat administratif kelengkapan DPL dan supervisor dalam kunjungan ke sekolah mitra. 

Medeka Belajar dan Kampus Merdeka juga menyajikan terkait berbagai platform yang memudahkan dosen sebagai DPL. “Penerapan Kurikulum Merdeka didukung melalui penyediaan beragam pelatihan dan penyediaan sumber belajar. Pengembangan kurikulum tidak lepas dari tantangan yang ada pada setiap era. Saat ini, era industri 4.0 dan pendidikan abad 21 membuat kurikulum terus berbenah. Dimulai dengan analisis SWOT agar menunjang profil lulusan. Pengembangan kurikulum dimulai dengan pengalaman belajar dan bahan kajian yang menjadi struktur kurikulum. Struktur tersebut diterapkan oleh prodi, fakultas, serta dievaluasi bersama guna mencapai profil lulusan. Pengembangan kurikulum dilaksanakan 5 tahun (Dasar SWOT Kurikulum), 4 tahun (Pelaksanaan Kurikulum), dan ada juga 9 tahun (Efek Kurikulum).

Pembelajaran dalam kurikulum bertujuan untuk menambah pengetahuan, mengubah pola pikir, dan literasi. Ini berfungsi berfikir, kritis, HOTs, kolaborasi, dan literasi. Ujar Munzil.

Melalui platform tersebut, MBKM menjadi salah satu alternatif. MBKM di kampus dikonsep 5 semester belajar di prodi, 3 semester belajar di luar prodi, 1 semester belajar di luar prodi dalam kampus, dan dapat juga 2 semester belajar di luar kampus.  Guna menunjang profil lulusan yang memadai, disiapkan bahan kajian dan struktur kurikulum dengan pilihan wajib. Di sisi lain, dalam proses penyusunan asesmen harus memahami berbagai tahapan, diantaranya   menganalisis SCPL, CPMK, SUBCPMK, Menentukan indikator sebagai fokus yang akan diukur, merencanakan penilaian metode/ragam instrument penilaian, mengembangkan instrumen penilaian (tes, proyek/ produk), melaksanakan penilaian (aal, afl/aol), menganalisis dan mengolah hasil, dan melakukan evaluasi, refleksi dan umpan balik. Ujar Munzil. (MHE).